Rabu, 06 Februari 2013

BINTANG KEHIDUPAN


Ku tatap langit penuh pesona bintang gemitang terta ceria, sekalipun kegelapan malam meraja rela namun bintang tetap tertawa.
Tapi, mengapa malam-malam yang ku lalui mergukkan kepahitan kepadaku menerpaku dengan keindahan sinarnya.
Sayup-sayup kudengar syair tentang rindu sang pujangga maka temanilah aku hari ini atau sebagai malamku.
Wahai bintang kehidupan, candaku kini tanpa tawa hidupku bertirai keputusasaan, maka selamatkan aku darinya, biarkan aku selalu menyandingmu dengan cahaya kedamaian dalam setiap langkah hidupku wahai sang bintang.
Sejuta tersimpan, sejuta rindu menggumpal. Anganku melayang hanyut dan tenggelam. Gelombangpun menghempas batu, hingga pecah tak berkeping namun diriku tetap angkuh dan membisu.
Lewat angin riuh ingin ku ungkapkan kata tapi, ....
Ku tak bisa bicara, hanya diam dan membisu serasa diriku boneka patung kecil, kebisuanku tak terkuak hingga menjadi beku membatu,
Ku bendung dan ku ukir seindah mungkin seperti Kristal putih yang takkan pernah punah.
Semberani ungkapkan rasa . . .
“ MILIK KU HANYA KAMU ”



ZHEBRIEL_86

Tidak ada komentar:

Posting Komentar