Ku tatap
langit penuh pesona bintang gemitang terta ceria, sekalipun kegelapan malam
meraja rela namun bintang tetap tertawa.
Tapi, mengapa
malam-malam yang ku lalui mergukkan kepahitan kepadaku menerpaku dengan
keindahan sinarnya.
Sayup-sayup
kudengar syair tentang rindu sang pujangga maka temanilah aku hari ini atau
sebagai malamku.
Wahai bintang
kehidupan, candaku kini tanpa tawa hidupku bertirai keputusasaan, maka
selamatkan aku darinya, biarkan aku selalu menyandingmu dengan cahaya kedamaian
dalam setiap langkah hidupku wahai sang bintang.
Sejuta
tersimpan, sejuta rindu menggumpal. Anganku melayang hanyut dan tenggelam.
Gelombangpun menghempas batu, hingga pecah tak berkeping namun diriku tetap
angkuh dan membisu.
Lewat angin riuh ingin ku ungkapkan kata
tapi, ....
Ku tak bisa bicara, hanya diam dan membisu
serasa diriku boneka patung kecil, kebisuanku tak terkuak hingga menjadi beku
membatu,
Ku bendung dan ku ukir seindah mungkin
seperti Kristal putih yang takkan pernah punah.
Semberani ungkapkan rasa . . .
“ MILIK KU HANYA KAMU ”
ZHEBRIEL_86
Tidak ada komentar:
Posting Komentar